
KSP CU Mutiara Mandiri berdiri tahun 2004 berkat gagasan seorang Pastor yakni Pastor Ambrosius Nainggolan OFM. Cap. Gagasan ini muncul dalam sermon Gereja Katolik Wilayah Batang Gansal yang juga langsung dipimpin oleh Pastor ini. Pada kesempatan yang sama, terpilihlah Bapak Halasson Sinaga dan Bapak Samsudin (alm) sebagai ketua pengurus dan ketua pengawas dan beranggotakan seluruh gereja katolik yang ada di Wilayah Batang Gansal.
Ide pendirian CU muncul sebagai sarana pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia khususnya di kalangan Gereja Katolik Wilayah Batang Gansal, INHU, Riau.
Tindak lanjut pendirian CU ini diteruskan dengan mengirimkan pengurus terpilih untuk mengikuti Pendidikan CU di Puskopdit BK3D Sumbarinci dan difasilitasi oleh Paroki St. Theresia Air Molek.
Pada tanggal 19 Juni 2004 secara sah nama Kopdit CU “Mutiara Mandiri” dengan anggota 19 orang (termasuk gereja) dan terbuka untuk umum dengan asset Rp. 175.000 dan berkembang sampai saat ini. KSP CU Mutiara Mandiri berdiri untuk merangkul semua masyarakat dari semua kalangan suku, agama dan budaya yang mau berkembang bersama secara ekonomi, mau bertumbuh dan saling mendukung demi kemajuan bersama.
